NO ROCKY NO PARTY?
Oktober 05, 2026
Oleh nashihul
Dahulu, Rocky Gerung sering bersabda membantai kegilaan kaum jahilia di pemerintah. Namun, kemarin dia dibalut jas dan kopiah. Pemandangan anomali dari seorang yang dianggap filsuf. Aku mengira dia sedang ikut wisuda di kampus alam ghoib. Ternyata, dengan segenap kelucuan dan dalam tempo sesingkat angin kentut, dia bergelantung pada ranting-ranting yang dulu dipatahkannya. Rocky bergabung dengan pemerintahan mbg.
Begitulah filsafat ketika diterjemahkan kedalam wujud manusia Indonesia. Bentuknya tidak simetris, bengkok, dan mudah protol. Apa yang dilakukan melenceng dari yang diucapkan. Gelora rasa dalam hati, padam oleh tawaran murah. Dan abstraksi tentang kebenaran yang selama ini dibangun layaknya obrolan pria menjelang jam 1 malam. Ampas semua, wkwk.
Ada yang bilang wanita jatuh cintanya pada filsuf, lalu pacaran dengan penyair dan menikah dengan pedagang. Rocky sepertinya sedang memasuki fase ke tiga dari evolusi ini. Dia mungkin menyadari, apa yang bisa dihasilkan daripada seorang pecinta filsafat, selain kebingungan dalam hidup. Ilmu yang dianggap sumber segala sumber. Termasuk sumber demensia.
Akan tetapi, menjadi sebuah kenaifan ketika seseorang berubah lalu spontan kita anggap dia salah. Rocky Gerung tidak salah. Percayalah, dia telah mencapai kultivasi kebijaksanaan tertinggi. Ya, dari sudut pandang filsafat, kemunafikan adalah kebijaksanaan tertinggi.
Kok bisa?
Kemunafikan pada dasarnya adalah kemampuan mengatakan atau menunjukkan sesuatu yang berbeda dari apa yang sebenarnya diyakini. Sedangkan kebijaksanaan biasanya dianggap sebagai kemampuan membaca keadaan dan memilih tindakan yang paling tepat. Dari definisi inilah keduanya saling bertemu. Seseorang yang pandai membaca keadaan kadang tahu bahwa kejujuran tidak selalu menguntungkan, bahwa prinsip itu berbiaya mahal, dan bahwa kebanyakan manusia lebih menyukai kenyamanan daripada kebenaran.
Maka lahirlah manusia yang tidak selalu mengatakan apa yang benar, tetapi selalu mengatakan apa yang perlu didengar. Ia tahu kapan harus menjadi idealis, kapan harus menjadi pragmatis, kapan harus diam, dan kapan harus berpura-pura setuju. Dari luar ia terlihat bijaksana. Dari dalam, mungkin hanya sedang menghitung risiko. Sungguh hidup ini penuh dengan hitung-hitungan. Jadi, kita perlu mengucapkan selamat untuk bung Rocky Gerung, semoga dia tidak muntaber kekuasaan. Terlalu banyak kotoran yang pernah dia lempar ke sana.
Kesimpulannya,
Setiap manusia hidup dengan tantangan dan godaan masing-masing. Ada cinta, ada kesulitan, ada tanggung jawab, ada ambisi dan harapan, ada derita, ada kesedihan, dan sebagainya. Semua itu menjadi variabel penting bagi siapa pun ketika mengambil sebuah keputusan. Musabab Rocky doyan ceramah, lagi terkenal, menjadikan setiap keputusan pribadi yang dia buat, tidak semua orang menyukainya.
Akhirnya, pilihlah ide atau gagasan. Jangan memilih orang. Orang bisa berubah, orang bisa berganti. Namun ide atau gagasan akan tetap kokoh selamanya. Begini, seorang ulama muslim bisa saja murtad, kalau kamu mengikuti dia, maka kamu akan murtad juga. Tapi kalau kamu mengikuti ide ajaran islam, malaikat murtad sekalipun kamu tetap islam.
NO ROCKY NO PARTY?
Reviewed by nashihul
on
Oktober 05, 2026
Rating: 5